Postingan

Jathilan Sering Dianggap Klenik, Padahal...

Gambar
  Kesenian rakyat Jathilan merupakan kesenian yang telah tumbuh dan mengakar lama di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Jathilan sendiri merupakan kesenian tarian yang dimainkan beberapa orang dengan kuda sebagai objek sajiannya.  Secara etimologis istilah jathilan berasal dari bahasa Jawa yakni njathil yang berarti meloncat-loncat menyerupai gerak-gerik kuda. Selain itu, jathilan juga dapat diartikan secara bebas sebagai ' jarane jan thil-thillan tenan ' apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti 'kudanya benar-benar joget tidak beraturan'. Asal-usul Jathilan Sebenarnya, ada beberapa versi dari asal-usul Jathilan, namun yang paling banyak dibicarakan bahwa tarian jathilan adalah bentuk gambaran mengenai kisah perjuangan dari Raden Fatah dari Kerajaan Demak, yang dibantu oleh wali songo dalam melakukan penyebaran ajaran agama Islam di pulau Jawa. Ketika melakukan dakwah, mereka banyak diganggu oleh bangsa jin dan setan yang membuat kesurupan dan kemudian ditolong o...

Laki-laki Tidak Bercerita, Namun Apakah Diam Itu Kekuatan?

Gambar
  Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh lelaki di dunia yang sedang merasa tertekan, eneg, dan jengah dengan kehidupan. Peluk hangat untuk setiap lelaki yang berjuang, berkorban, dan berdarah-darah untuk keluarga dan masa depan.  Tren “Lelaki Tidak Bercerita” baru-baru ini sangat mengganggu pikiran saya. Bagaimana tidak, ketika saya berpindah dari medsos satu ke medsos lain, selalu dihiasi dengan konten “Lelaki Tidak Bercerita, Tetapi…” lama-lama saya akhirnya terbawa arus untuk melihat konten tersebut menjadi lebih lama. Tren ini terkenal ringan dan mungkin menghibur, apalagi banyak yang membuat konten dengan isi hatinya, misal “lelaki tidak bercerita tetapi duduk bengong di depan ind*maret” atau “lelaki tidak bercerita tetapi pikirannya berubah jadi uban” dan lain sebagainya. Setelah saya berbincang dengan beberapa teman dan melakukan penelitian ala kadarnya, menemukan fakta bahwa tren “Lelaki Tidak Bercerita” ini adalah sebuah bentuk toxic masculinity. Dalam budaya pat...

Belajar Sabar dari Sosok Pak Suharji, Penjual Es Teh yang Dihina G*bl*k

Gambar
  Pak Suharji, nama tersebut kini sedang ramai dibincangkan. Sosok penjual es teh tersebut viral ketika ada sebuah video menunjukkan dirinya sedang dihina habis-habisan oleh Gus Miftah. Dalam video ini, Gus Miftah disebut mengerjai (prank) penjual minuman yang menjajakan dagangannya di acara tersebut. Hal ini terjadi dalam momen acara Magelang Bersholawat beberapa hari lalu. "Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir)," kata Gus Miftah kepada pedagang es teh dalam video tersebut. Tak ayal banyak kritikan untuk Gus Miftah yang membanjiri kolom komentar dari video tersebut. Belajar Sabar dari Pak Suharji Siapa yang tidak marah jika mendengar ucapan tersebut? Hati mana yang tidak 'kemropok' ketika dirinya dihina di depan puluhan ribu orang? Mungkin kalau saya yang ada di posisi Pak Suharji, sudah saya lempa...

Media Sosial: Panggung Baru Perebutan Kekuasaan.

Gambar
(gambar oleh: Karol) Media Sosial berasal dari dua kata gabungan yaitu media dan sosial, hehe udah gitu doang. Eh, enggak dong, begini jika diartikan/ dibedah satu per satu maka media sendiri menurut KBBI merupakan alat (sarana) komunikasi seperti koran, spanduk, radio, televisi, poster, dan majalah. Sedangkan sosial menurut KBBI merupakan segala hal yang berhubungan dengan masyarakat. Jadi kesatuan dari kedua hal tersebut bisa diartikan menjadi alat komunikasi yang berhubungan dengan masyarakat. Apakah sesederhana itu? Sabar, korelasinya dengan kekuasaan belum kita bahas. Di atas, KBBI belum memperbarui penjabarannya tentang arti media, tahu apa yang kurang? Yak betul, ponsel/ telepon genggam belum masuk. Sekarang tahun 2024 dimana poster/ koran sudah bisa berbentuk digital dan bisa diakses hanya dengan melalui ponsel. Bahkan dengan bentuk video sekalipun yang bisa dikatakan mendekati kualitas dari sebuah suguhan yang televisi punya. Apa itu digital? Cari sendiri ya, hehe. Malas menca...

Merefleksikan Sumsuman Sebagai Simbol Kemenangan

Gambar
Pesta demokrasi merupakan istilah yang kerap kali kita dengar untuk menggambarkan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Istilah pesta demokrasi pertama kali dipopulerkan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto. Menurut sejarah, Soeharto pertama kali mengemukakan istilah tersebut pada tahun 1981 saat berpidato dalam pembukaan rapat Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia. Pemilihan Umum yang lazim kita sebut dengan Pilpres, Pilkada, Pilbup , dll pun telah menemukan hilirnya. Tak terkecuali Pilkada Kabupaten Sleman yang menyisakan buih-buih apapun itu yang harusnya bisa kita ambil hikmah dari dalam gegap gempitanya, hingar bingarnya, gemerlap lampunya, pernyataan konyolnya, dan suara knalpotnya . Sumsuman dan Kemenangan.  Seperti pada umumnya pesta kawinan, akan ada suatu acara setelah pesta yang biasanya dibungkus bersamaan dengan evaluasi, sarasehan, atau pembubaran panitia yang dalam tradisi jawa disebut dengan Sumsuman . Bagi orang jawa, sumsuman merupakan sebuah tradisi ketika pesta tela...

Saat Pesta Telah Usai: Sebuah Refleksi Kemenangan

Gambar
Pesta Demokrasi, jamak orang menyebut juga "coblosan". Selayaknya pesta, Pilkada 2024 juga menyajikan ingar bingar panggung gemerlap.  Seluruh mata tertuju kepada calon-calon pemimpin daerah yang berkampanye. Gegap gempita Pilkada 2024 di Sleman juga tak luput dari sorotan, bagaimana selayaknya Pesta, segala sudah disiapkan sedangkan sang tamu yakni Rakyat tinggal menikmati saja pesta-nya itu. "Pemilu harus dirasakan sebagai pesta poranya demokrasi, sebagai penggunaan hak demokrasi yang bertanggung jawab dan sama sekali tidak berubah menjadi sesuatu yang menegangkan dan mencekam," kata Soeharto dalam Pemilu 1982. Saat pesta demokrasi telah usai tamu-tamu (rakyat) akan pulang ke rumah, kembali ke kenyataan hidup masing-masing. Pak Tani kembali ke sawah, pedagang kembali ke pasar, dan buruh kembali ke pabrik. Sedangkan kami, para Gen Z? Kembali ke kenyataan hidup bahwa roda sosial-ekonomi di Sleman terus melindas kami. Ketimpangan sosial begitu jelas terasa bagi kami....

Degradasi Moral dan Etika Generasi Muda, Salah Siapa?

Gambar
Indonesia dikenal dengan negara paling ramah dan bermoral. Bahkan, negara manca menyebut bahwa masyarakat Indonesia paling murah senyum. Yhaa seperti yang diketahui, orang-orang Indonesia selalu bisa senyum, meski ditindas penguasa, dirusak alamnya, dipaksa untuk terus menderita, tapi lihat! Kita masih bisa senyum! bukankah itu sebuah kebanggaan? Hahaha.  Meski dikenal dengan keramah-tamahan warganya namun seiring berjalannya waktu 'cap' negara ramah dan bermoral itu semakin hari semakin luntur. Lihat saja di berita-berita hari ini, meningkatnya kasus bullying, kasus kekerasan, kasus korupsi, dan kasus kejahatan moral lainnya semakin menjauhkan negara ini dari kata "bermoral dan beretika". Untuk saat ini, yang paling disorot adalah mulai lunturnya nilai moral, nilai etika, dan nilai sopan santun dari generasi muda. Tidak dipungkiri, anak muda sekarang kelakuannya memang bikin mengelus dada sampai kaki. Ckckckck Meningkatnya kasus kekerasan jalanan yang dilakukan anak ...

Seleksi Alam itu Nyata, Percayakah?

Gambar
Seringkali kita mendengar mengenai istilah "seleksi alam" pada suatu lingkaran, baik komunitas ataupun organisasi. Tak jarang istilah seleksi alam digunakan untuk satu atau dua orang yang tidak terlihat di suatu komunitas dalam waktu yang lama. Seleksi alam juga bisa digunakan untuk istilah ketika komunitas semakin sedikit anggotanya, "anak-anak pada kemana?" "Biasaaa seleksi alam". Sungguh kasian ya alam, dijadikan kambing hitam terus hahaha. Tapi, ngomong-ngomong soal seleksi alam, sebenarnya itu hal yang sering kita temui bukan? Dalam lingkar pertemanan, seleksi alam pasti terjadi. Seleksi alam ini terkadang menimbulkan hal negatif, contohnya lingkaran menjadi semakin kecil, rasa loyalitas dan solidaritas juga ikut mengecil, lebih parah nantinya organisasi atau komunitas bisa bubar karena anggotanya menghilang satu demi satu. Miris bukan? Meski memunculkan hal negatif, seleksi alam juga memiliki sisi positifnya, lha? Kok bisa? Bukannya itu buruk ya? Eit...

Cakra Manggilingan: Roda Kehidupan Berputar dengan CaraNya

Gambar
Cakra manggilingan, merupakan sebuah falsafah hidup yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa.  Secara umum, Cakra Manggilingan merupakan simbol pengibaratan dari siklus kehidupan manusia. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar istilah yang mengatakan bahwa hidup ini seperti roda yang berputar, kadang berada diatas dan juga kadang dibawah. Kurang lebih seperti itulah gambaran dari Cakra Manggilingan. Sebuah siklus hidup perputaran masa, baik dalam skala mikro (jagad kecil) maupun skala makro (jagad besar). Skala mikro merupakan apa yang terjadi pada diri kita sendiri (personal), mulai saat berada di alam ruh, dalam kandungan, lahir menjadi bayi, tumbuh dewasa, lalu menua, dan kemudian kembali ke alam ruh lagi. Juga apa yang kita alami pada diri kita, seperti: adakalanya kita merasa senang, juga adakalanya sedih, adakalanya sukses, adakalanya gagal, adakalanya kaya, juga adakalanya miskin, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Sedangkan skala makro adalah dinamika za...

Secuil Intisari dari Kebiasaan Membaca

Gambar
  Membaca buku membuka jendela dunia. Kalimat tersebut sering sekali kita dengar, meski terkesan biasa saja, namun mempunyai makna yang mendalam. Tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, membaca menjadi sarana pengembangan diri dan pembuka wawasan. Dengan membaca kita bisa menjelajahi berbagai dunia, melihat berbagai tokoh, bahkan kita mampu memahami hal-hal baru yang belum pernah kita dapatkan.  Namun, di era digital yang serba cepat, kegiatan membaca sering dianggap hal yang kuno. Di tengah gempuran media sosial, terkadang membaca menjadi musuh terbesar dari gadget. Padahal, membaca buku jauh lebih memiliki nilai positif daripada hanya skroll media sosial melihat gosip-gosip artis yang ga mutu itu, hehe. Kegiatan membaca buku juga menambah kekayaan intelektual kita juga.  Lantas, Mengapa Membaca Itu Penting? Membaca buku membuat kita memiliki intelektual yang tinggi, daya pikir yang tangguh, dan pemikiran yang kritis. Sebab, jika kita tidak memiliki kebiasaan membaca bu...

Merawat Indonesia: Mengadu Kepada Leluhur

Gambar
Maaf hari-hari ini mimin sedang sibuk sekali, sampai terlupa untuk menulis di ruang ini. Tapi tenang frenkuuu, hari ini mimin mendapatkan pengalaman baru yang akan coba mimin tuliskan di sini, yhaaa itung itung sebagai 'nyaur utang' setelah berhari-hari ga nulis hehe. Ini merupakan pengalaman spiritual mimin yang berbalut budaya dan kepercayaan, tenang, tidak ada adegan kesurupannya kok, hehe. Yok langsung sajaaaaaaa... Baru-baru ini, negara kita tercinta, Indonesia sedang 'mendadak' dikejutkan dengan penyebaran informasi mengenai 'peringatan darurat' sebuah video visual dengan latar belakang biru, bergambar garuda, dan menggunakan suara latar sirine bencana, hmmm khas-khas tanda bahaya di masa Orde Baru yah. Isi dari peringatan darurat tersebut adalah peringatan tentang mulai runtuhnya demokrasi di Indonesia dan juga banyak sekali penyelewengan konstitusional yang terjadi. Hal ini merupakan "tanda bahaya" yang memang sepatutnya berkumandang. Sebab, se...

Hari Gini Masih Bau Ketiak? Jangan Ya Dek Ya. Yuk, Cari Tahu Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Gambar
Maaf ya mimin beberapa hari ini belum juga upload tulisan, yhaaa seperti biasaaaa sedang terjebak dalam hiruk pikuk kegiatan di rumah hehe, namanya juga Pemuda harapan Pemudi, jadinya yhaaa sibuk. Tapi mimin bakal balik lagi nih bawa tulisan yang (semoga) segar dan tentunya edukatif. Cekdioootttt!!! Belakangan ini, obrolan tentang bau ketiak sedang ramai dibicarakan nih di media sosial. Sebut saja Mawar yang itu tuuuh, tau kan? Hehe, sedang menjadi pusat perhatian karena rumor soal bau ketiak yang viral saat ini. Tapi tahan sebentar, kita gak bakal bahas gosipnya terlalu jauh kok, nanti dikira Lambe Turah hahaha. Justru disini kita bakal mengulik kenapa sih bau ketiak bisa muncul dan gimana cara mengatasinya biar tetap tampil dengan percaya diri.  Nah, buat kalian yang belum tahu, bau ketiak itu muncul bukan hanya karena keringat ya, tetapi ada beberapa hal yang bisa bikin ketiak menjadi sumber bau yang tak sedap. Contohnya yaitu adanya bakteri nakal di ketiak yang suka hidup di te...

Pemuda Melek Politik, Memangnya Harus?

Gambar
  Maaf mimin upload tulisan pagi-pagi hehe, soalnya kemarin baru sibuk nyelametin dunia hehe, oiya karena ini tulisan agak 'berat', bolehlah disiapin dulu kopi dan rokoknya, sembari membaca sesekali boleh disrupuuut dulu kopinyaaa, grrrrrr, baik langsung saja sikaaaatssss Beberapa hari ini, saya sedang dibanjiri beberapa komentar teman-teman soal pilihan hidup saya untuk nulis-nulis yang semi politik. Beberapa komentar teman-teman mendukung, namun tidak sedikit yang menghujat dan mempertanyakan idealisme saya sebagai pemuda progresif. Namun ada salah satu komentar dari seorang teman dekat yang menarik untuk dijawab dan dibahas, begini komentarnya: "Memangnya harus ya pemuda melek politik? Bukannya politik itu kotor, egois, dan hanya retorik belaka?" Jujur, saya 'makdeg' melihat pesan itu di WhatsApp saya, dari sekian pesan, hanya pesan tersebut yang sangat menarik untuk dibahas. Memangnya Harus ya, Pemuda Melek Politik? Saya rasa, harus. Pemuda harus melek pol...

Weton Vs Zodiak, Lebih Valid Mana?

Gambar
 Zodiak, anak muda mana yang tidak mengenal dengan konsep astrologi atau perbintangan tersebut? Saya yakin kita semua mengetahui mengenai yang disebut dengan horoskop tersebut. Zodiak atau horoskop menjadi begitu populer di kalangan anak muda karena dianggap sebagai patokan perilaku dan kepribadian seseorang. Bahkan, terjadi perdebatan sengit antara yang percaya dan tidak dengan ramalan bintang tersebut.  Dalam sebuah diskusi kecil dengan beberapa kawan, masih ada juga yang mempercayai zodiak benar-benar mempengaruhi perilaku seseorang, meski kecil kemungkinan sama plek ketiplek dengan orang tersebut. Namun, sebelum adanya tren zodiak, ramalan bintang, atau horoskop tersebut, masyarakat Jawa sudah mengenal yang namanya Weton dan tanggalan Jawa. Apa bedanya zodiak dengan weton? Kalau saya beropini, tidak ada yang membedakan secara signifikan dari keduanya. Perbedaan yang bisa diperdebatkan hanyalah soal kepercayaan. Weton selalu dianggap sesuatu yang klenik, mistis, dan bahkan ...

Tradisi Unik Suku Sasak di Lombok, Peresean, untuk Memperingati Kemerdekaan Indonesia

Gambar
  Peresean, merupakan salah satu tradisi budaya khas suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Tidak hanya itu, Peresean juga memiliki nilai keberanian. Tradisi ini merupakan bentuk pertarungan antara dua pria yang dikenal sebagai "pepadu" atau jagoan, dengan menggunakan alat pukul berupa rotan yang disebut "penjalin" dan perisai dari kulit sapi dan juga kerbau yang disebut "ende". Dalam tradisi ini, para pepadu saling berhadapan dan menunjukkan kemampuan bertarung mereka. Sementara para pepadu bertarung, musik tradisional pun ikut mengiringi jalannya peresean. Meskipun Peresean pada awalnya merupakan tradisi yang berkaitan dengan ritual memohon hujan dan uji keberanian, Peresean juga sering diselenggarakan dalam rangka memperingati hari-hari besar, termasuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam perayaan kemerdekaan, Peresean diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk...

Lomba 17-an, Bentuk Syukur Rakyat Indonesia Merayakan Kemerdekaan

Gambar
Kemerdekaan Indonesia yang diraih pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi bangsa kita. Untuk merayakan momen bersejarah ini, masyarakat Indonesia sejak dulu telah memiliki tradisi yang unik, yaitu dengan mengadakan berbagai macam lomba. Tradisi lomba 17 Agustus menjadi bentuk semangat para rakyat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan yang diperoleh setelah bertahun-tahun berada di bawah penjajahan. Pada 17 Agustus 1945, Indonesia resmi memproklamasikan kemerdekaannya, dan momen ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting. Untuk mengenang dan merayakan hari bersejarah tersebut, masyarakat Indonesia mulai mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi warga, seperti lomba-lomba tradisional. Namun, tahukah kamu dari mana asal mula tradisi lomba 17 Agustus ini?  Awal mula tradisi lomba 17 Agustus tidak dapat ditelusuri secara pasti. Akan tetapi, para sejarawan berpendapat bahwa tradisi ini mulai muncul sekitar tahun 1950-an, atau te...

Malam Tirakatan, Malam untuk Merefleksikan Diri. Sudahkah Kita Memaknai Kemerdekaan dengan Benar?

Gambar
 Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia mengadakan malam tirakatan, malam menuju hari kemerdekaan. Malam tirakatan adalah saat di mana kita merenungkan makna kemerdekaan yang sejati. Di tengah derasnya arus informasi, di malam tirakatan inilah kita diajak untuk mengingat kembali betapa besarnya pengorbanan yang telah diberikan oleh para pahlawan demi meraih kemerdekaan. Malam ini bukan hanya sekadar tradisi seremonial belaka, melainkan momentum bagi kita untuk merenung, menyelami makna, dan merefleksikan diri. Di malam tirakatan ini, di bawah langit yang sama dengan mereka yang dulu berjuang, kita diingatkan akan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan keikhlasan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hasil dari upaya instan, melainkan buah dari kesabaran, kerja keras, dan semangat juang tanpa pamrih dari para pahlawan. Di zaman modern ini, teknologi semakin mendominasi dan individualisme kian menguat, malam tirakatan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jiwa ke...

Keresahan dan Harapan

Gambar
Dua induk kata yang berbeda namun satu tujuan, yakni perubahan. Manusia berjalan dengan egonya masing-masing. Ego akan menggerakkan pikiran dan hati, sehingga muncul sebuah gerakan dalam satu tujuan: PERUBAHAN. Berangkat dari keresahan, orang-orang yang tergerak hati dan pikirannya mulai mengakomodasi sebuah pergerakan yang elegan, bukan semata-mata untuk menggulingkan penguasa, namun sebagai bentuk kepedulian dan cinta kasih atas kehidupan yang merdeka. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menagih janji pemimpin tapi nyatanya tidak ada tanggapan, hanya suara saja yang lantang tapi sisanya entah kemana. Anak muda dan masyarakat mulai khawatir dengan kota kecilnya karna tidak adanya kemajuan, bisa dibilang yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Sudah terlalu banyak janji yang diingkari, sudah terlalu banyak harapan yang dipatahkan, dan sudah terlalu banyak kebohongan yang ditutupi, sudah saatnya orang-orang yang tergerak hatinya bersuara, jangan diam. Banyak yang kecewa ...

Mengekspresikan Diri dalam Tarian Modern. Menjelajahi Kebebasan dan Kreativitas di Era Digital

Gambar
  Tarian modern merupakan sebuah bentuk ekspresi seni yang berkembang seiring dengan perubahan zaman dan pengaruh budaya global. Berbeda dengan tarian tradisional yang memiliki aturan baku dan terikat dengan nilai-nilai budaya tertentu, tarian modern lebih fleksibel dan terbuka terhadap inovasi. Tarian modern sendiri mulai muncul pada awal abad ke-20 sebagai bentuk perlawanan terhadap rigiditas dan formalitas tarian balet klasik. Para penari dan koreografer saat itu merasa bahwa balet dan dengan segala aturannya telah membatasi ekspresi emosional dan kreativitas mereka. Isadora Duncan, seorang penari asal Amerika Serikat, dianggap sebagai pelopor gerakan tarian modern. Ia memperkenalkan gerakan tari yang lebih alami dan bebas, terinspirasi dari gerakan tubuh manusia sehari-hari dan alam. Perkembangan tarian modern tidak lepas dari pengaruh berbagai aliran seni lainnya, seperti seni rupa, musik, dan teater. Gerakan-gerakan tari modern sering kali mencerminkan isu-isu sosial, politik...

Membedah Makna Kata "Terserah": Maunya Apa?

Gambar
Beberapa hari yang lalu, saya diajak bercerita oleh seorang kawan. Dia bercerita tentang peliknya masalah hubungan asmara anak muda sekarang. . Seorang kawan bercerita jika hubungannya terlalu banyak drama, terlalu banyak gimmick, sudah kek politikus aja, kebanyakan retorika semu hehe ups bercandyaaa. Tapi, sebagai pendengar yang baik, saya hanya menenangkan dengan sedikit terkekeh juga. Banyak sekali yang kawan saya ceritakan, tapi akan saya ambil contoh yang mungkin kalian juga merasakan, jadi, pasangannya ini setiap ditanya "mau makan apa? "mau kemana lagi?" Atau "mau pake baju yang mana?" Selalu yang keluar dari mulutnya adalah "terserah" bayangkan, mungkin banyak lelaki di luar sana yang sangat sebal dan benci dengan kata "terserah" tersebut, hehe bagaimana tidak, kami lelaki juga butuh kepastian, hadeeeh.  Menyebalkan bukan jika lawan bicara ketika ditanya jawabannya "terserah" seolah-olah kita ini cenayang yang bisa menemuka...