Postingan

Seleksi Alam itu Nyata, Percayakah?

Gambar
Seringkali kita mendengar mengenai istilah "seleksi alam" pada suatu lingkaran, baik komunitas ataupun organisasi. Tak jarang istilah seleksi alam digunakan untuk satu atau dua orang yang tidak terlihat di suatu komunitas dalam waktu yang lama. Seleksi alam juga bisa digunakan untuk istilah ketika komunitas semakin sedikit anggotanya, "anak-anak pada kemana?" "Biasaaa seleksi alam". Sungguh kasian ya alam, dijadikan kambing hitam terus hahaha. Tapi, ngomong-ngomong soal seleksi alam, sebenarnya itu hal yang sering kita temui bukan? Dalam lingkar pertemanan, seleksi alam pasti terjadi. Seleksi alam ini terkadang menimbulkan hal negatif, contohnya lingkaran menjadi semakin kecil, rasa loyalitas dan solidaritas juga ikut mengecil, lebih parah nantinya organisasi atau komunitas bisa bubar karena anggotanya menghilang satu demi satu. Miris bukan? Meski memunculkan hal negatif, seleksi alam juga memiliki sisi positifnya, lha? Kok bisa? Bukannya itu buruk ya? Eit...

Cakra Manggilingan: Roda Kehidupan Berputar dengan CaraNya

Gambar
Cakra manggilingan, merupakan sebuah falsafah hidup yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa.  Secara umum, Cakra Manggilingan merupakan simbol pengibaratan dari siklus kehidupan manusia. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar istilah yang mengatakan bahwa hidup ini seperti roda yang berputar, kadang berada diatas dan juga kadang dibawah. Kurang lebih seperti itulah gambaran dari Cakra Manggilingan. Sebuah siklus hidup perputaran masa, baik dalam skala mikro (jagad kecil) maupun skala makro (jagad besar). Skala mikro merupakan apa yang terjadi pada diri kita sendiri (personal), mulai saat berada di alam ruh, dalam kandungan, lahir menjadi bayi, tumbuh dewasa, lalu menua, dan kemudian kembali ke alam ruh lagi. Juga apa yang kita alami pada diri kita, seperti: adakalanya kita merasa senang, juga adakalanya sedih, adakalanya sukses, adakalanya gagal, adakalanya kaya, juga adakalanya miskin, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Sedangkan skala makro adalah dinamika za...

Secuil Intisari dari Kebiasaan Membaca

Gambar
  Membaca buku membuka jendela dunia. Kalimat tersebut sering sekali kita dengar, meski terkesan biasa saja, namun mempunyai makna yang mendalam. Tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, membaca menjadi sarana pengembangan diri dan pembuka wawasan. Dengan membaca kita bisa menjelajahi berbagai dunia, melihat berbagai tokoh, bahkan kita mampu memahami hal-hal baru yang belum pernah kita dapatkan.  Namun, di era digital yang serba cepat, kegiatan membaca sering dianggap hal yang kuno. Di tengah gempuran media sosial, terkadang membaca menjadi musuh terbesar dari gadget. Padahal, membaca buku jauh lebih memiliki nilai positif daripada hanya skroll media sosial melihat gosip-gosip artis yang ga mutu itu, hehe. Kegiatan membaca buku juga menambah kekayaan intelektual kita juga.  Lantas, Mengapa Membaca Itu Penting? Membaca buku membuat kita memiliki intelektual yang tinggi, daya pikir yang tangguh, dan pemikiran yang kritis. Sebab, jika kita tidak memiliki kebiasaan membaca bu...

Merawat Indonesia: Mengadu Kepada Leluhur

Gambar
Maaf hari-hari ini mimin sedang sibuk sekali, sampai terlupa untuk menulis di ruang ini. Tapi tenang frenkuuu, hari ini mimin mendapatkan pengalaman baru yang akan coba mimin tuliskan di sini, yhaaa itung itung sebagai 'nyaur utang' setelah berhari-hari ga nulis hehe. Ini merupakan pengalaman spiritual mimin yang berbalut budaya dan kepercayaan, tenang, tidak ada adegan kesurupannya kok, hehe. Yok langsung sajaaaaaaa... Baru-baru ini, negara kita tercinta, Indonesia sedang 'mendadak' dikejutkan dengan penyebaran informasi mengenai 'peringatan darurat' sebuah video visual dengan latar belakang biru, bergambar garuda, dan menggunakan suara latar sirine bencana, hmmm khas-khas tanda bahaya di masa Orde Baru yah. Isi dari peringatan darurat tersebut adalah peringatan tentang mulai runtuhnya demokrasi di Indonesia dan juga banyak sekali penyelewengan konstitusional yang terjadi. Hal ini merupakan "tanda bahaya" yang memang sepatutnya berkumandang. Sebab, se...

Hari Gini Masih Bau Ketiak? Jangan Ya Dek Ya. Yuk, Cari Tahu Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Gambar
Maaf ya mimin beberapa hari ini belum juga upload tulisan, yhaaa seperti biasaaaa sedang terjebak dalam hiruk pikuk kegiatan di rumah hehe, namanya juga Pemuda harapan Pemudi, jadinya yhaaa sibuk. Tapi mimin bakal balik lagi nih bawa tulisan yang (semoga) segar dan tentunya edukatif. Cekdioootttt!!! Belakangan ini, obrolan tentang bau ketiak sedang ramai dibicarakan nih di media sosial. Sebut saja Mawar yang itu tuuuh, tau kan? Hehe, sedang menjadi pusat perhatian karena rumor soal bau ketiak yang viral saat ini. Tapi tahan sebentar, kita gak bakal bahas gosipnya terlalu jauh kok, nanti dikira Lambe Turah hahaha. Justru disini kita bakal mengulik kenapa sih bau ketiak bisa muncul dan gimana cara mengatasinya biar tetap tampil dengan percaya diri.  Nah, buat kalian yang belum tahu, bau ketiak itu muncul bukan hanya karena keringat ya, tetapi ada beberapa hal yang bisa bikin ketiak menjadi sumber bau yang tak sedap. Contohnya yaitu adanya bakteri nakal di ketiak yang suka hidup di te...

Pemuda Melek Politik, Memangnya Harus?

Gambar
  Maaf mimin upload tulisan pagi-pagi hehe, soalnya kemarin baru sibuk nyelametin dunia hehe, oiya karena ini tulisan agak 'berat', bolehlah disiapin dulu kopi dan rokoknya, sembari membaca sesekali boleh disrupuuut dulu kopinyaaa, grrrrrr, baik langsung saja sikaaaatssss Beberapa hari ini, saya sedang dibanjiri beberapa komentar teman-teman soal pilihan hidup saya untuk nulis-nulis yang semi politik. Beberapa komentar teman-teman mendukung, namun tidak sedikit yang menghujat dan mempertanyakan idealisme saya sebagai pemuda progresif. Namun ada salah satu komentar dari seorang teman dekat yang menarik untuk dijawab dan dibahas, begini komentarnya: "Memangnya harus ya pemuda melek politik? Bukannya politik itu kotor, egois, dan hanya retorik belaka?" Jujur, saya 'makdeg' melihat pesan itu di WhatsApp saya, dari sekian pesan, hanya pesan tersebut yang sangat menarik untuk dibahas. Memangnya Harus ya, Pemuda Melek Politik? Saya rasa, harus. Pemuda harus melek pol...

Weton Vs Zodiak, Lebih Valid Mana?

Gambar
 Zodiak, anak muda mana yang tidak mengenal dengan konsep astrologi atau perbintangan tersebut? Saya yakin kita semua mengetahui mengenai yang disebut dengan horoskop tersebut. Zodiak atau horoskop menjadi begitu populer di kalangan anak muda karena dianggap sebagai patokan perilaku dan kepribadian seseorang. Bahkan, terjadi perdebatan sengit antara yang percaya dan tidak dengan ramalan bintang tersebut.  Dalam sebuah diskusi kecil dengan beberapa kawan, masih ada juga yang mempercayai zodiak benar-benar mempengaruhi perilaku seseorang, meski kecil kemungkinan sama plek ketiplek dengan orang tersebut. Namun, sebelum adanya tren zodiak, ramalan bintang, atau horoskop tersebut, masyarakat Jawa sudah mengenal yang namanya Weton dan tanggalan Jawa. Apa bedanya zodiak dengan weton? Kalau saya beropini, tidak ada yang membedakan secara signifikan dari keduanya. Perbedaan yang bisa diperdebatkan hanyalah soal kepercayaan. Weton selalu dianggap sesuatu yang klenik, mistis, dan bahkan ...